POS BELITUNG – SIAPLAH BAHASA INGGRIS

Belitung semakin memperlihatkan keunggulannya dalam dunia pariwisata, dimana jumlah turis-turis domestik maupun internasional semakin banyak mengunjungi pulau kecil nan indah ini. Dilihat pada tahun 2015 total kunjungan wisatawan domestik mencapai 247.053 dan wisatawan asing 4.387 dengan total 251.440 wisatawan. Sedangkan pada tahun 2016 jumlah kunjungan wisatawan meningkat lebih dari 30.000 wisatawan dari tahun sebelumnya. Bagaimana tidak? Belitung dihiasi dengan destinasi – destinasi wisata yang begitu mempesona, membuat mata dan pikiran seakan terbuai dengan kecantikannya, ibarat anak muda yang pertama kali merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama, pasti akan nekat untuk menemui si pujaan hatinya.

Dengan melonjaknya pariwisata ini, semakin melonjak pula jumlah hotel di Belitung, dari 35 hotel di tahun 2014 menjadi 40 hotel lebih di tahun 2016. Hal ini merupakan kesiapan pemerintah Belitung dalam menaggapi pesatnya jumlah wisatawan. Disisi lain, pihak pariwisata juga sudah mulai merangkul pelaku seni dan budaya untuk memajukan pariwisata Belitung, karena pelaku seni inilah yang merupakan bumbu-bumbu dari wisata itu sendiri. Ibarat rumah makan Belitong tanpa gangan rasanya pasti ada yang kurang. Artinya objek-objek wisata pasti memiliki keterbatasan, sehingga diperlukanlah hiburan, pertunjukan, atau atraksi yang tidak pernah dilihat oleh wisatawan sebelumnya. Sebagai contoh, saat saya mengunjungi Ho Chi Minh City Viet Nam tahun 2016 saat makan ditempat yang sederhana, ada pelaku seni yang menggunakan baju daerah Viet Nam berlenggak lenggok berirama menyanyikan musik tradisional yang merupakan suatu tontonan yang menarik dengan konsep yang sederhana namun hal ini begitu berbekas diingatan pengunjung. Intinya objek dan pelaku wisata merupakan suatu hal yang saling melengkapi dan tidak bisa dipisahkan.

Disisi lain, untuk memajukan sektor pariwisata di Belitung, dinas pendidikan juga sudah seharusnya mulai mempertimbangkan anak-anak didiknya untuk dilibatkan dalam dunia pariwisata ini. Disaat dinas pariwisata mempersiapkan infrastruktur dan pelaku seni dan budaya, dinas pendidikan mempersiapkan para pemuda pemudi Belitung untuk turut andil demi kemajuan pariwisata. Dalam hal ini, bahasa inggris yang harus lebih ditekankan, jangan sampai kita kalah bersaing dengan para pendatang dan para investor yang mulai melihat peluang-peluang besar di Belitung ini. Semua orang pasti tahu bahwa bahasa inggris ini penting dan merupakan sumber komunikasi, apalagi sekarang sudah memasuki era masyarakat ekonomi ASEAN dimana bahasa inggris tetap menjadi kunci utama.

Di Belitung, pendidikan bahasa inggris kita ini mulai diajarkan sejak SD, SMP, dan SMA, namun lebih ditekankan kepada tata bahasa atau grammar yang membuat anak didik merasa bahwa bahasa Inggris itu begitu sulit untuk dipelajari. Hal ini merupakan suatu kekurangan menurut kaca mata saya. Untuk mempelajari bahasa yang paling pertama kali ditekankan adalah bagaimana anak didik tertarik, merasa suka dan nyaman untuk mempelajari bahasa inggris tersebut, sehingga mereka bisa belajar baik di sekolah, dirumah, dan dimana saja karena hatinya sudah bisa menerima pelajaran tersebut. Nah ketika rasa ini muncul, fokus utama dari pihak pendidik adalah bagaimana anak didik bisa mulai belajar berbicara bahasa Inggris, jangan langsung ke tata bahasa. Munculkan rasa kepercayaan diri mereka walau tata bahasanya berantakan. Agak sulit memang menemukan metode seperti ini di bangku sekolah. Rasa percaya diri saya muncul dalam berbahasa Inggris bukan dari sekolah, tapi malah dari kursus bahasa inggris. Sehingga muncul pertanyaan, apakah sekolah-sekolah di Belitung ini perlu bekerjasama dengan lembaga-lembaga kursus bahasa Inggris sehingga output yang didapatkan lebih maksimal?

Selain itu, fokus kedua setelah memunculkan kepercayaan diri anak didik yaitu bagaimana untuk tetap memotivasi mereka untuk tetap suka berbahasa Inggris. Nah hal ini yang paling sulit, pintar berbahasa ini dikarenakan kebiasaan, semakin kita sering pakai, semakin baguslah bahasanya; dan semakin jarang dipakai, semakin berantakanlah bahasanya. Memotivasi anak didik memang pekerjaan berat, artinya mereka perlu pendampingan dan butuh lawan bicara agar bisa berkesinambungan. Makanya disarankan sekolah perlu menerapkan sistem wajib berbahasa inggris, misalkan 3 hari dalam seminggu (senin, rabu, jumat) untuk wajib berbahasa inggris, dan siapa yang bagus bahasa inggrisnya dapat hadiah. Pengalaman yang saya dapatkan di Kampung Inggris Pare Jawa Timur, setiap hari Jum’at semua anak didik dikumpulkan untuk jalan-jalan santai setiap pagi dan mereka dipasang-pasangkan antara laki-laki dan perempuan untuk saling kenal mengenal dalam bahasa inggris. Hal ini sangat mendorong motivasi anak-anak ABG tentunya. Kemudian setelah Sholat Jum’at, diadakan lomba pidato dan puisi dalam bahasa Inggris dengan topic-topik sederhana setiap minggunya dengan hadiah piala bergilir. Selain itu kita juga diwajibkan berbahasa Inggris setiap harinya, jika ketahuan berbahasa Indonesia maka akan mendapatkan hukuman untuk membersihkan kamar mandi.

Disisi lain, selain dari memunculkan kepercayaan diri dan memotivasi anak didik, pihak sekolah juga perlu memberikan informasi-informasi atau peluang-peluang dari berbahasa inggris yang baik, misalkan beasiswa keluar negeri yang terbuka lebar, baik dari pertukaran pelajar, pertukaran pemuda, ataupun menjadi mahasiswa. Tidaklah sulit mencari beasiswa jaman sekarang ini, modalnya cuma satu yaitu bahasa inggris. Ada baiknya kita munculkan pemuda pemudi Belitung yang lebih banyak go internasional untuk mendapatkan pengetahuan yang banyak demi kemajuan Belitung. Rasanya sedih melihat anak-anak muda yang mempunyai bakat yang bagus dan otak yang cerdas namun tidak bisa go internasional hanya dikarenakan bahasa inggris. Padahal, boleh dikatakan bahasa inggris kita orang Indonesia jauh lebih baik dibandingkan orang Thailand atau Viet Nam, yang perlu kita lakukan hanya sedikit memoles lidah kita untuk sedikit lebih fasih.

Jangan ajarkan anak-anak muda kita untuk bisa melongo saja ketika melihat turis-turis asing yang berbicara bahasa Inggris, tapi ajarkan mereka untuk mulai berbicara (start talking). Memang ini tergantung dari individu anak-anak didik tersebut, namun peran pendidik juga sangat diperlukan baik dari guru di sekolah termasuk orang tua dirumah. Anak-anak muda kita ini adalah generasi penerus Belitung dimana masa depan Belitung ada di tangan mereka.

Jadi bisa disimpulkan bahwa kemajuan pariwisata di Belitung ini diperlukan peran pemerintah khususnya dinas pariwisata, dinas pendidikan, serta masyarakat di Belitung. Bahasa Inggris adalah salah satu kunci utama yang harus dimiliki Pemuda Pemudi daerah Belitung sehingga kita bisa memanfaatkan peluang-peluang yang ada di Belitung. It’s time to say “Yes to English”. Rasanya belum gaul tanpa berbahasa Inggris.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *