Sehabis pulang dari London di bulan April 2018 kemarin, aku pun lega. Semua impian dan cita-cita dari tahun 2006 pun akhirnya menjadi nyata. Perjuangan jungkir balik yang hanya cukup membuatku terpejam 2-4 jam ditiap harinya rupanya lumayan bekerja. Benar kata para manusia, usaha tidak akan mengkhianati hasil.

Kemudian ke menemui pembimbingku untuk mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan siap melanjutkan projek penelitian dan tentunya menyelesaikan studi S3 ku ini. Sudah cukup lah ku pikir menjadi kandidat PhD ini. Saatnya ujian akhir dan masuk ke dunia kerja.

But wait!! Beliau pun mengucapkan “selamat” saat ku menemui beliau, ku pun mulai bingung sambil mikir apalagi yang dibuat ini emak. Siap-siap buat berangkat ke Amerika di bulan Agustus! Kata beliau sambil tersenyum. Lah bukannya kemarin saya minta dibatalkan karna uang 300,000 baht tidak akan cukup buat tinggal disana dalam waktu 10 bulan. Harga tiket aja bolak balik aja sudah 100,000 baht. Dengan tegas kemudian beliau berkata, “jangan khawatir, saya akan mencarikan solusinya”. Ku pun diam sambil berkata dalam hati, “ ini emak gak mau bener gw cepet lulus”. Kemudian ku pun pamitan sambil bersiap-siap. Bagaimana tidak, waktu siap-siap hanya 3 bulan dengan segala urusan administrasinya mana cukup, ini gw bukan diplomat atau orang penting yang bisa kelar urus visa dalam satu minggu. Kenyataannya, ribet-seribetnya, dari mulai nunggu DS 2019 yang lama, sampai nunggu antrian visa yang menghabiskan 2 bulan dan pembayaran itu ini yang ribet. Alamak!! Dak jadi ini barang berangkat seraya ku berkata dalam hati.

Saat ku mulai dapat email untuk wawancara di kedutaan Amerika di Bangkok, ku pun mulai was-was. Apalagi yang ditanya ini barang, alhasil, semua passporku khususnya passport yang lama di obrak abrik, sambil ditanya kamu ngapain disana, tinggal dimana, punya pacar tidak, dapat duit dari siapa, sampai disuruh nunjukkin mana tanda non-ED visa di passport lama ku. Itu tanda sejak jaman kapan juga nyuruh gw nyari. Haha akhirnya si pewawancara nyerah sendiri dan berkata “your visa is approved”. Alhamdulilah!! Satu langkah terlewati.

Bergegas ku balik dan cepat-cepat cari tiket, ini tiket mahal amat 90-100,000 baht bolak balik, yah sekitar 30-50 juta lah dalam rupiah. Sepertinya ku cek nanti lagi aja ini tiket, dan keesokan harinya ku cek lagi dan akhirnya ketemu yang 55,000 baht bolak balik dan tidak sampai 2 menit selesai itu barang di booking. Lanjut juga cari apartment, satu minggu sebelum berangkat akhirnya ku menemukan condominium yang lagi cari roommate, satu orang satu kamar dengan harga 530 USD, untung lagi karena semua yang ku cek sebelumnya seharga 700 USD ke atas.

Lanjut kemudian ku harus check out dari cuihouse, apartment ku di Bangkok, Gimana coba! barang selama 5 tahun di keluarin, kacau ini barang. Hari demi hari akhirnya persiapan sudah cukuplah, kemudian ku bertemu pembimbingku lagi sambil bertanya, “Ajarn, apa yakin aku harus pergi ke US ini?” dan dia tertawa lebar. Tentunya gak bisa di batalkan. Sambil kemudian kita berbicara projek-projek kolaborasi yang bisa di kerjakan selama nanti ku di US.

Keesokan harinya ku di antar sama pembimbingku ke Bandara, ibarat induk melepaskan anaknya nih haha.. begitu juga Imam ikut ke bandara dengan membawa segala titipanku. Yah 7 bulan ke depan kita bertemu lagi di Bangkok. Insya Allah.

Dag, dig, dug ku mulai masuk pesawat, ku ucapkan bismillah, panjang ini perjalanan, dari Bangkok menuju Qatar selama 6 jam, kemudian dari Qatar ke Newyork selama 13 jam di udara, dan 3 jam dari New York ke Orlando Florida. Terus lanjut naik bus ke Gainesville selama 2 jam.

Sesampai di Qatar ku pun cukup lega lewat tahap pertama, yah sebelumnya pernah ke middle east, jadi gak terlalu khawatir. Namun perjalanan berikutnya cukup mengkhawatirkan, udah lama, terus turbulencenya sadis. Tobat gw haha.. Ini di pesawat selama 13 jam itu kerjaannya makan, nonton film, dan tidur. Sungguh sakit pinggang dan pantat ini.

Then, akhirnya touch down ke New York City, mulai perasaanku gak enak. Apalagi yang bakal ditanya ini di bagian imigrasi, melihat penumpang sebelumku dibentak-bentak serasa gimana begitu. Dengan ucapan bismillah ku langkahkan kakiku dengan santai dan alhamdulilah dak sampai 2 menit selesai itu imigrasi.

Dari bandara New York ini ku harus berlari untuk ambil bagasi karna walaupun mereka connecting flight, namun tetap harus bawa bagasi dan check ini ulang pindahin bagasi kita, ku hanya punya 1,5 jam ini. Kacau.. sambil bertanya kanan kiri mana letak mindahin bagasi ini, akhirnya ada petugas yang antarkan saya kesitu kemudian saya lanjut berlari naik kereta ke terminal 5 dari terminal 1. Dan untungnya lagi pesawatnya delay. Ini pasti doa ibuku. Hampir saja kacau ini barang.

Kemudian lanjutlah naik pesawat lagi ke Florida, ini jam tidur udah gak karuan, badan serasa hancur. Untunglah ku tertidur pulas selama sejam dipesawat ini. Sesampai di Orlando, ku tidak ada masalah dengan imigrasi, hanya ada satu masalah besar. Tas ku satu hilang ntah kemana, alamaaak.. jangan sampai gak kebawa atau berada di Negara lain. Itu tas berisi semua sepatu dan baju kemeja andalan haha.. kemudian ku complain ke petugas, dan kemudian mereka langsung cek. Alhasil tidak ada ditemukan record tasku tersebut. Ya sudahlah apa hendak dikata, hilang sudah itu barang, tapi si petugas gak putus asa, dia menunggu pesawat berikutnya yang datang dari new york juga. Tidak sampai 15 menit datanglah bagasi itu, ku langsung berlari dari kejauhan melihat tasku ada disana. Yes!!! You are here, my bag!!.. finally ku menemukanmu. Ini lagi-lagi doa ibuku yang baik. Alhamdulilah…

Kemudian ku menuju ke tempat stasiun bis dari bandara naik taksi, dan memakan uangku 50USD, 600 ribu kawan, tidak sampai 10 menit ini barang. Haha sungguh-sungguh pelanggaran, padahal pakai speedometer. Ya sudahlah rezeki sopir ini subuh2. Sampailah ku di greyhound stasiun bis. Dan tasku over limit, kelebihan bos, dan bayar lagi 40 USD. Haha seraya senyum dalam hati. Luar biasa memang. Kulihat sekelilingku, ini stasiun atau penjara, serem amat. Tato dimana2 dan dipenuhi orang berkulit hitam. Ini segala hapalan Al-Qur’an di ucapkan tanpa henti sambil bermohon tanpa ada masalah. Ku diam seribu bahasa tanpa banyak bunyi.

Selama 2 jam perjalanan akhirnya sampai juga di Gainesville, ada lagi masalah baru, ini taksi gak ada di jalan kayak di Bangkok, dan ternyata mereka pakai Uber, lah nomor hp US gw gak ada buat konfirmasi uber. Akhirnya ku minta bantuan sama seseorang untuk pesankan taksi, yah ditembaklah 20 USD. Haha.. semakin kacau.

Akhirnya sampai juga di apartment tempatku bakal tinggal, namun timbul masalah baru lagi, hp gw mati dan nomor US gak ada. Gimana coba!! Akhirnya aku berani mendekati satu cewek pas keluar apartment untuk meminjam hp nya untuk menelpon nomor si pemilik apartment. Ku ucapkan terima kasih ke cewek itu sambil mengedipkan mata sedikit haha.. alamak bawaannya Porche bro. mati awak!!

Akhirnya si pemilik apartment itu menjemputku dan berkata bahwa si penunggu kamar ditempat buatku tinggal belum check out. Lah gimana nasib gw Pak long?? haha kemudian dia bawaku ke apartment lain satu malam. Ini kamar belum jadi dan lampunya gak hidup. Ini kamar serem amat.. akhirnya ku tidur di sofa dah. Tidur2 ayam takut ada yang masuk tanpa sepengetahuan. Dan besoknya ku langsung segera keluar. Dan pindah ke apartment yang kutinggali. Alhamdulilah ku punya teman baru di apartment ini dari Colombia, Spanyol dan India.

Cukup segitulah cerita satu minggu ini. Untuk cerita di kampus nanti dilain waktu.

Salam Chayen, Salam Manis, Salam Terbaik
Gainesville, Florida, August 26, 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *