PARIWISATA MEDIS THAILAND DAN AEC

Pariwisata medis semakin menjadi pusat perhatian di seluruh dunia dan Thailand adalah salah satu pusat pariwisata medis terbesar di dunia. Hal ini menunjukkan bahwa Pemerintah Thailand telah berhasil mengimplementasikan strategi untuk mewujudkan Thailand sebagai pemimpin dalam hal produk dan pelayanan medis di ASIA. Jumlah pengunjung Internasional pun semakin meningkat setiap tahunnya, baik dari Jepang, Amerika, Eropa, dan Arab. Keberhasilan ini tidak lain adalah berkat kegigihan pemerintah Thailand untuk mewujudkan mimpi tersebut.

Di Thailand ini ada tiga model pengunjung dari pariwisata medis tersebut yang diklasifikasikan sebagai: 1) Alien Residents yang menghabiskan waktu yang lama di Thailand terutama para orang tua khususnya dari Jepang dan Eropa, Menteri Kesehatan di Thailand menyebutkan bahwa ada sekitar 2,000 lebih manula Jepang yang tinggal di Chiang Mai, khususnya di daerah Huay Kaew. Dalam hal ini Pemerintah Thailand menyediakan pelayanan jangka panjang untuk mensupport dan mendukung kualitas hidup manula serta biaya hidup, fasilitas, infrastruktur, dan layanan kesehatan. Prinsip utamanya adalah mewujudkan hubungan yang lebih baik antara tursi dan orang lokal. 2) Turis yang belanja atau memanfaatkan beberapa layanan medis di Thailand, dan 3) Turis yang mendapatkan pengobatan atau treatment yang khusus.

Adapun produk-produk yang disediakan oleh badan pariwisata medis Thailand seperti pelayanan medis, promosi kesehatan, Pengobatan alternatif atau tradisional, Thai herbal dan produk-produk kesehatan lainnya. Pelayanan medis Thailand ini sangat popular sebagai Pusat Pelayanan Kesehatan Internasional yang menyediakan pelayanan dan pengobatan untuk sakit jantung, ortopedik, ginekologi, operasi plastik, transgender, kulit dan kecantikan, optik, transpantasi organ, medical check up, perawatan gigi, hip replacement, operasi laser mata, transplantasi ginjal, dan operasi jantung. Kementerian Kesehatan Thailand menyebutkan bahwa kisaran biaya operasi di Thailand ini lebih murah dibandingkan biaya operasi di United States. Namun biaya operasi di Thailand ini 18% lebih tinggi dai bandingkan biaya di tahun-tahun sebelumnya.

Selain produk-produk kesehatan yang menarik, tentunya tempat-tempat kunjungan medis ini tidak terlepas dari tempat yang strategis dan menarik perhatian para pengunjung. Disamping itu kualitas layanan juga diakui oleh Internasional yang rata-rata rumah sakit di Thailand sudah terakreditasi JCI (Joint Commission International). Ada sekitar 34 rumah sakit JCI tersebar di kota-kota di Thailand menurut Kementerian Kesehatan.

Namun dalam hal ini, tentunya keberhasilan dari pariwisata medis tidak akan terlepas dari berbagai tantangan, halangan, bahkan masalah, hingga dibutuhkan kerjasama antara pihak pemerintah dan swasta. Namun saat ini Thailand sedang mengalami kekurangan personil kesehatan, terutama dokter dan perawat. Hal ini dikarenakan tuntutan yang begitu tinggi yang tidak hanya melayani pengunjung-pengunjung Internasional, namun termasuk masyarakat Thailand sendiri yang terdiri dari 67,010 jiwa. Produksi dokter medis ini masih dibilang rendah, menurut CIA World Factbook, jika melihat rasio populasi dokter yaitu 0.39 dokter/1,000 populasi (2010) yang begitu rendah jika dibandingkan dengan Malaysia (1.2 dokter/1,000 populasi), dan Singapura (1.92 dokter/1,000 populasi). Kebutuhan akan dokter medis di Thailand ini akan terus semakin meningkat setiap tahunnya.

Kondisi yang ada di Thailand saat ini bisa menjadi faktor penarik (pull factor) bagi personil kesehatan untuk bekerja di Thailand terutama di era masyarakat ekonomi ASEAN saat ini. MEA melalui Mutual Recognition Arrangement (MRA) menjadi wadah bagi personil kesehatan termasuk dokter, khususnya dokter di Indonesia untuk bekerja di negara-negara ASEAN. Hal ini bisa menjadi solusi kekurangan tenaga dokter di Thailand. Adapun kisaran gaji untuk dokter umum di Thailand sekitar 42,000 Baht atau 17 juta per bulan. Lagi pula untuk mendapatkan lisensi medis kemungkinan lebih mudah karena ujian lisensi yang diadakan oleh konsil kedokteran menggunakan 50% bahasa Thai, dan 50% bahasa Inggris, tidak menggunakan 100% bahasa Thai. Selain itu, sebagaimana juga kita ketahui bahwa untuk membentuk dokter yang berpengalaman diperlukan sekitar 10 tahun, hingga dalam hal ini dokter medis asing bisa mengisi kekurangan dari posisi dokter tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *