SOMBONG: SALAH SATU KELEBIHANKU!

“Hey, kata si A kok kamu sombong banget ya? Kata si B kamu jarang senyum”. Seringkali kudengar pernyataan-pernyataan ini dari teman-temanku yang mereka dapat dari lingkungan disekeliling mereka. Dan karena peduli padaku maka dari itu mereka menyuruhku untuk tidak sombong. Uh… betapa bahagianya mendapatkan teman seperti ini.

Seraya aku pun berbisik didalam hati, sepertinya mereka diluar sana hanya tahu sedikit tentang diriku, alias melihat kulit luar dari jeruk yang jelek namun dalamnya begitu manis. Hehe Yaaah bisa jadi aku sombong layaknya teh tarik ala Thailand alias chayen yang tak kalah sombongnya menunjukkan arogansinya, dari rasanya yang begitu manis tak terhingga yang membuat semua orang menjadi diabetes bagi yang meminumnya. Haha kacau dunia persilatan 😉

Sombong! What?? Sombong itu ibarat merasa lebih jago dan pintar dari yang lain, menghina kemampuan orang lain, kasar dan mukanya ibarat… ah sudah lah(gak karuan)!

Jikalau aku merasa lebih pintar, sepertinya aku tidak akan belajar sama orang lain, tapi rasanya disini aku selalu mengikuti apa yang diperintahkan dosen-dosenku, senior-seniorku, dan tentunya sharing bersama juniorku, karena aku percaya masih ada langit di atas langit, rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri (nah lo!)

Jika aku kurang senyum, sepertinya aku menghabiskan hampir 7 tahun selalu senyum didepan pasien, keluarga pasien, dan semua orang yang berada didekatku. Jikalau aku memang kurang senyum diluar, maafkanlah, mungkin karena aku tidak kenal, mungkin aku lupa, namun prinsipnya tidak mungkin diriku tebar pesona sama orang yang gak kukenal. Ntar banyak yang muntah lihat senyumku. Namun percayalah, jika dirimu sudah mengenal diriku secara langsung, I will share everything you need, but of course not my personal information.

Dan jika memang aku terlihat masih sombong, maklumilah, mungkin karena aku terlalu banyak memikirkan paper, buku, projek penelitian, disertasi, jurnal, pesanan website, dan jasa translation, yang memungkinkan aku tidak melihat keadaan sekitarku.

Dan jika aku masih tampak arogan juga dari hasil postingan di facebookku, mungkin aku terlalu bersemangat memotivasi teman-temanku dari hasil karya kecilku.

Maafkanlah, mungkin sombong itu adalah kelebihanku, khususnya bagi yang hanya memanfaatkan diriku. Banyak sekali diluar sana yang sering kali diberi air putih, minta chayen; dikasih seribu minta sejuta; dikasih senyum minta peluk. Dibaikin malah menginjak, diberi peluang malah loncat tanpa suara, bahkan seringkali lewat bawah tanah, menyusup mencari berlian dan permata, bahkan seringkali menyelam didasar laut. Namun tentunya ku tidak akan membalas kelebihan orang-orang seperti ini, cukup didiamkan saja, biarkan mereka berfantasi dalam angan-angannya. Saya rasa saya tidak mau menghabiskan umur saya memikirkan mereka. Ibuku masih ingin melihat anaknya ini bermanfaat, rasa-rasanya Kota Manggar nun jauh disana masih membutuhkan seorang putra Belitung yang sombong ini.

So, mungkinkah aku sombong? mari berfantasi, asal jangan terlalu tinggi angan-angannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *