Iri, itulah kemampuanku!

Aku percaya bahwa setiap orang mempunyai kelebihan tersendiri dalam mengkritik orang lain, terutama melihat kelemahan seseorang untuk dibandingkan dengan dirinya bahwa dia lebih baik dari siapapun.

Akupun seperti itu, namun kritikan tersebut bukanlah untuk menghina ataupun merendahkan orang lain, bukan itu tujuanku, tetapi hanya untuk membujuk hatiku yang belum pantas dibandingkan dengan orang yang lebih dari kita. Rasa iri tentu ada, yang membuat kita terkadang kesal, marah, dan kecewa yang mendalam melihat kemampuan kita yang tidak ada apa-apanya ternyata.

Namun rasa iri tersebut sangatlah membantuku, bergaul dengan orang-orang hebat, bercerita dengan orang-orang yang mempunyai visi ke depan memacu emosiku untuk lebih maju, seperti kakekku dulu bilang “kite same ne makan nasik e, same manusie e, otak same, nok ngembedaek cuma semangat e”. Kita sama-sama makan nasi, sama manusia, dan kapasitas otak yang sama, yang beda hanyalah semangatnya.

Rasa iri positif ini sedikit-sedikit menghilangkan kekecewaanku, tentunya karena aku secara bertahap bisa mengikuti pola teman-teman disekelilingku. Bukan untuk membandingkan diriku dengan mereka, tapi karena aku sudah bersemangat mengejar mimpi-mimpiku. Tentunya setiap orang mempunyai tujuan hidup masing-masing dan cara yang berbeda.

Aku ini bukanlah siapa-siapa, hanya orang kampung dari pulau kecil Belitung timur yang nun jauh disana. Ibuku seorang bidan yang setiap harinya berdoa untuk kesuksesanku, beliau cuma berharap agar aku bisa menjaga adek-adekku di kemudian hari.

Aku juga bukanlah orang yang mengharapkan segala bentuk pujian, justru aku mengharapkan kritikan dan saran agar tetap lebih waspada dalam melangkah dan semangat menjalani hidup. Sehingga aku merasa senang jika ada yang merendahkanku yang artinya mereka perhatian padaku.

Kuucapkan segala syukur yang mendalam pada Sang Pencipta alam, Allah SWT, karena mempertemukanku dengan orang baik dan hebat selama ini. Dua orang ini adalah contoh orang yang hebat menurutku yang telah berada disekelilingku selama 3 tahun ini di Bangkok. Banyak sekali yang mereka ajarkan padaku, memang belajar dari orang yang lebih dulu hidup itu lebih baik terutama soal pengalaman hidup.

Bersambung….
Ok sepertinya segitu aja hari ini, yuk minum chayen lagi. hehe

 

This is an open access article distributed under Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0)

Visit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Linkedin